Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mengungkapkan potensi ekonomi biru Indonesia yang mencapai US$1,4 triliun atau sekitar Rp21.000 triliun per tahun. Nilai tersebut setara sekitar enam kali lipat APBN 2024 dan menjadi peluang besar bagi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global, perang dagang, serta triple krisis ekologis.
Implikasinya jelas, produksi komoditas di darat akan menurun sementara permintaan terus meningkat. Dunia menjadi tidak berkelanjutan. Solusinya ada dua, tata kelola global yang adil dan inovasi IPTEK untuk memproduksi lebih banyak pangan secara berkelanjutan dari laut, tegas Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University.
Hal itu disampaikan Rokhmin dalam 9th International Conference on Fisheries and Marine (INCOFIMS) 7th International Conference on Biotechnology and Food Science (INCOBIFS) 2026 di Sriwijaya Room ASSEEC Tower, Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (2/9/2026).
Konferensi tersebut dihadiri ratusan peneliti dari berbagai negara dan menjadi momentum untuk mendorong lompatan Indonesia dari negara produsen bahan mentah menjadi pemain utama bioteknologi dan akuakultur dunia.
Dalam presentasinya bertajuk The Potential of Blue Economy as a Game Changer Towards Golden Indonesia 2045, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut menegaskan bahwa ekonomi biru bukan sekadar pilihan pembangunan, melainkan kebutuhan strategis bagi keberlangsungan bangsa.