Jakarta, Gesuri.id Politisi PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, merespons keras penyataan mantan Menko Polhukam Mahfud MD terkait dugaan bocornya informasi hasil penyadapan ilegal yang mengalir ke Solo.
Andreas menilai rumor tersebut sangat beralasan dan meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membongkar tuntas siapa dalang serta pengguna akhir (end user) dari informasi gelap tersebut.
Baca:Empat Keberhasilan Ganjar Pranowo Selama Menjadi Gubernur
Mungkin saja. Untuk itu, penyelidikan dan penyidikan oleh Polri perlu membuktikan hal tersebut. Harus dibuka siapa user dari informasi-informasi itu dan untuk apa digunakan, tegas Andreas kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).
Andreas menyoroti parahnya cakupan pihak yang diduga menjadi korban penyadapan, mulai dari Presiden, politisi, organisasi masyarakat (ormas), pengusaha, hingga jurnalis media. Ia menegaskan tindakan tersebut melampaui batas dan mengindikasikan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) secara sistematis oleh oknum perwira tinggi kepolisian.