SKY Minta Pemerintah Tidak Buat Kegaduhan Akan Stok BBM Secara Nasional 

Penyebutan stok BBM nasional yang hanya tersisa sekitar 21 hari berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Rabu, 11 Maret 2026 23:00 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI Sigit Karyawan Yunianto menyarankan agar PT Pertamina (Persero) maupun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak menyebutkan ketersediaan stok BBM nasional hanya tinggal 21 hari.

Menurutnya, penyebutan stok BBM nasional yang hanya tersisa sekitar 21 hari berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat serta memicu aksi pelangsiran atau penimbunan BBM di berbagai daerah.

Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda

Saya melihat di daerah-daerah lain sudah mulai ada upaya pelangsiran. Kalau disebutkan stok tinggal 21 hari, pasti habis di daerah-daerah dan pelangsir-pelangsir masuk semua. Itu sangat berbahaya bagi stabilitas pasokan, ujar pria yang akrab disapa SKY saat kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI ke PT Pertamina Fuel Terminal Tanjung Gerem, Provinsi Banten, Rabu.

Politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya edukasi yang lebih santun dan positif kepada masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, sebaiknya menyampaikan komitmen kuat untuk terus berjuang menjaga stabilitas harga BBM serta memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Baca juga :