Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyoroti proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Pasalnya, proyek strategis nasional itu dinilai mengalami pembengkakan biaya hingga Rp 1,6 triliun akibat proses perencanaan yang dianggap tidak matang.
Sofwan menyatakan molornya pembangunan tol ini disebabkan oleh variabel yang kompleks. Salah satu masalah utamanya adalah banyaknya perubahan desain di tengah jalan guna menyesuaikan temuan teknis di lapangan.
Berarti dalam proses perencanaannya ada proses yang tidak matang, ujarnya dikutip dari siaran Youtube DPR RI, Senin (26/1/2026).
Sofwan menegaskan, akibat perencanaan yang lemah tersebut, timbul pembengkakan biaya-biaya baru. Menurutnya, proyek tol yang akan menghubungkan Serang hingga kawasan Tanjung Lesung tersebut masih mengalami defisit anggaran sebesar Rp 1,6 triliun agar bisa tuntas sepenuhnya.
Akibat dari proses perencanaan yang tidak matang ini menimbulkan pembengkakan biaya-biaya baru. Biaya baru ini supaya selesai masih defisit Rp 1,6 triliun, tegasnya.