Surabaya, Gesuri.id Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar program digitalisasi parkir tidak berhenti pada perubahan metode pembayaran tunai ke nontunai (cashless).
Ia meminta Pemkot menyajikan data pendapatan retribusi per titik lokasi secara terperinci dan real-time guna menutup rapat celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Eri menegaskan, evaluasi keberhasilan digitalisasi retribusi parkir tepi jalan umum (TJU) tidak boleh hanya mengacu pada angka penerimaan akumulatif atau global semata.
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Kami terus mendorong agar data penerimaan parkir tidak hanya disampaikan dalam bentuk angka setoran global. Data tersebut harus didetailkan berdasarkan titik parkir dan potensi transaksinya secara riil, ujar Eri, Selasa (1/9).