Ikuti Kami

Semarak HUT ke-81 RI, Agustina Larut dalam Karnaval Budaya Gunungpati dan Kirab Mijen

Agustina mengaku sangat terkesan melihat kekompakan serta energi positif yang dipancarkan oleh warga.

Semarak HUT ke-81 RI, Agustina Larut dalam Karnaval Budaya Gunungpati dan Kirab Mijen
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Semarang, Gesuri.id — Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat dengan ikut larut dalam semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Gunungpati dan Mijen, Minggu (30/8).

Kehadirannya di tengah ribuan warga yang menggelar karnaval budaya dan kirab hasil bumi menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap kreativitas serta penguatan gotong royong di tingkat akar rumput.

Perayaan kemerdekaan tahun ini diwarnai oleh antusiasme tinggi warga yang menghidupkan tradisi melalui berbagai kreasi mandiri. Di Kecamatan Gunungpati, Agustina hadir menyaksikan langsung Karnaval Budaya yang melibatkan partisipasi aktif dari 10 Rukun Warga (RW).

Beragam kostum dan figur pewayangan serta simbol kebangsaan ditampilkan secara swadaya oleh warga dalam karnaval tersebut. Mulai dari karakter Gatotkaca, Srikandi, Burung Merak, hingga Lambang Negara Garuda menghiasi jalanan Gunungpati. Kreativitas tanpa batas ini memperlihatkan bagaimana warga mampu membawa identitas dan potensi wilayahnya ke ruang publik.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Agustina mengaku sangat terkesan melihat kekompakan serta energi positif yang dipancarkan oleh warga yang bahu-membahu menyiapkan acara secara mandiri.

"Saya mengucapkan terima kasih atas semangat gotong royong dan gegap gempita ini. Karnaval merupakan upaya nyata masyarakat untuk merekatkan persaudaraan dan menjaga kebersamaan di lingkungan," ujar Agustina di hadapan kontingen karnaval.

Bagi Wali Kota Semarang ini, agenda tahunan seperti karnaval bukan sekadar hiburan semata, melainkan ruang sosial yang mempertemukan warga untuk saling berinteraksi, merajut silaturahmi, dan mengekspresikan bakat seni secara kolektif.

Semangat kemerdekaan yang semarak juga merambah ke wilayah Kecamatan Mijen. Di sana, warga dari 14 kelurahan menggelar Kirab Budaya Gunungan yang menampilkan kekayaan hasil bumi, mulai dari aneka sayur-mayur, buah segar, durian, hingga petai lokal.

Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa

Iring-iringan gunungan hasil bumi tersebut tidak hanya menyuguhkan kemeriahan tradisi, tetapi juga merefleksikan potensi agraris yang kuat di kawasan pinggiran Kota Semarang. Menanggapi potensi tersebut, Agustina menegaskan komitmennya untuk mendorong Mijen sebagai pusat pertanian perkotaan.

"Saya ingin Mijen menjadi sentra pertanian di Kota Semarang. Mari kita giat menanam tanaman hortikultura, karena kita punya banyak sahabat dan mitra yang akan menampung hasil panen warga," tegasnya di sela-sela kirab.

Melalui perpaduan antara pelestarian budaya di Gunungpati dan penguatan potensi ekonomi agraris di Mijen, perayaan HUT ke-81 RI di Kota Semarang tahun ini berhasil merekatkan kebersamaan warga sekaligus meneguhkan arah pembangunan berbasis potensi lokal yang guyub, rukun, dan saling mendukung.

Quote