Sleman, Gesuri.id — Anggota Komisi B DPRD DIY, Yan Kurnia Kustanto, S.E., menilai inovasi produk menjadi kunci utama untuk mengembalikan daya saing Sentra Kerajinan Bambu Sendari di Kabupaten Sleman.
Ia mendesak para perajin agar terus menyesuaikan hasil karyanya dengan perkembangan tren dan selera pasar modern.
Yan menegaskan, industri kerajinan sangat bergantung pada pergerakan tren pasar. Tanpa adanya pembaharuan desain, produk lokal akan semakin tergerus oleh barang-barang buatan pabrik.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Kerajinan itu sangat dinamis mengikuti tren. Kalau produknya tidak berinovasi, pasti akan tertinggal dari produk-produk modern lainnya. Inovasi adalah kunci utama jika ingin pasarnya bertahan," kata Yan.
Selain persoalan desain dan tren, Yan menggarisbawahi krusialnya kepastian legalitas tempat usaha bagi para perajin. Menurutnya, kepemilikan status lahan yang jelas memberikan rasa aman sekaligus perlindungan hukum jangka panjang bagi pengembangan sentra tersebut.
"Melegalkan tempat usaha itu sangat penting. Tujuannya jelas, agar usaha perajin aman dan bebas dari ancaman pengusuran," tegasnya.
Guna menyokong dorongan inovasi dan legalitas dari Komisi B, sejumlah instansi terkait turut menyiapkan skema pendampingan. Dari sisi permodalan, Bank BPD DIY membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk peremajaan alat produksi, serta menjajaki alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) guna pembangunan showroom bersama.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Dari aspek teknis dan pemasaran, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menyiapkan pelatihan pengawetan bambu dan desain fungsional. Sementara itu, Dinas Koperasi dan UMKM DIY mendorong penguatan promosi digital melalui pembuatan konten proses produksi di media sosial.
Di sisi lain, Dinas Pariwisata DIY mengusulkan konsep experience tourism untuk menyulap sentra ini menjadi destinasi wisata edukasi—tempat wisatawan dapat belajar membuat kerajinan bambu secara langsung. Pengembangan ini nantinya ditunjang dengan perbaikan fasilitas dasar seperti gapura, etalase bersama, ruang tunggu, dan toilet.
Seluruh aspirasi serta masukan tersebut direkap oleh Komisi B DPRD DIY sebagai bahan tindak lanjut lintas sektor demi membangkitkan kembali kejayaan Sentra Bambu Sendari dan memutar roda ekonomi warga setempat.

















































































