Jakarta, Gesuri.id Pemerintah telah menggelontorkan stimulus fiskal dan likuiditas sebesar Rp270 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional. Namun, anggaran jumbo tersebut dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor riil.
Kritik tajam datang dari Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, dan Investasi, Darmadi Durianto. Ia menilai persoalan utama bukan pada besaran anggaran, melainkan pada kegagalan mekanisme penyaluran kebijakan atau transmission failure.
Uangnya ada, kebijakannya ada. Tetapi ekonomi tidak bergerak karena terjadi transmission failure. Dana besar tidak sampai ke ekonomi riil, ujar Darmadi dalam keterangan tertulisnya.
Baca:GanjarPranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Darmadi menjelaskan bahwa sekitar Rp200 triliun dari total stimulus tersebut tidak disalurkan langsung melalui belanja negara atau bantuan sosial. Dana tersebut justru ditempatkan di sektor perbankan dengan harapan dapat memicu penyaluran kredit.