Ikuti Kami

Menuju Intelligence Economy, Banyu Biru Dukung Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Semiconductor & AI

Banyu memberikan apresiasi atas capaian sektor industri nasional yang menunjukkan tren positif.

Menuju Intelligence Economy, Banyu Biru Dukung Kemenperin Bangun Ekosistem Industri Semiconductor & AI
Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot.

Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, mendorong pemerintah untuk segera merumuskan paket insentif fiskal dan nonfiskal guna memperkuat ekosistem industri masa depan. 

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian di Jakarta, Senin (26/1).

Banyu Biru menekankan bahwa Indonesia harus segera bertransformasi menuju Intelligence Economy melalui penguatan sektor semikonduktor, Kecerdasan Buatan (AI), serta hilirisasi logam tanah jarang.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat

Banyu memberikan apresiasi atas capaian sektor industri nasional yang menunjukkan tren positif. Ia mencatat tiga pencapaian krusial:

1. Kurva pertumbuhan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

2. Peringkat pertama Manufacturing Value Added di ASEAN pada tahun 2024.

3. Respons cepat Kementerian Perindustrian dalam memulihkan industri kecil pascabencana di Sumatera.

Banyu menyoroti peluncuran Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) sebagai langkah strategis. Ia menilai kolaborasi dengan 16 universitas dalam pengembangan ICDEC adalah fondasi penting bagi kedaulatan teknologi nasional.

"Arah kebijakan kita sudah tepat, bergerak dari digital economy menuju intelligence economy. Saya memberikan penekanan khusus pada pentingnya insentif untuk industri semikonduktor, AI, infrastruktur cloud, dan pengembangan hilirisasi logam tanah jarang," ujar Banyu.

Ia juga merujuk pada kerangka pengembangan ekosistem teknologi tinggi yang diusung CEO NVIDIA, Jensen Huang, yang mencakup lima pilar: energi, cip, model AI, infrastruktur cloud, dan aplikasi (apps).

Secara komparatif, Banyu menyarankan Indonesia mengambil pelajaran dari keberhasilan raksasa teknologi dunia seperti TSMC di Taiwan, SMIC di China, serta Samsung dan Intel. Menurutnya, adopsi strategi global yang disesuaikan dengan konteks lokal akan memberikan hasil luar biasa bagi ekonomi nasional.

Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih

"Kita perlu merancang insentif fiskal dan nonfiskal secara selektif dan strategis. Tujuannya bukan sekadar menarik investasi, melainkan memastikan pembangunan ekosistem dari hulu ke hilir. Termasuk hilirisasi logam tanah jarang yang harus berorientasi pada nilai tambah dan keberlanjutan lingkungan," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Banyu Biru memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ICDEC yang dianggapnya sebagai terobosan besar. 

"ICDEC ini langkah yang sangat progresif," pungkasnya.

Quote