Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, memberikan sorotan tajam terkait isu penyadapan yang diduga menyasar Presiden Prabowo Subianto, jajaran pemerintahan, hingga ketua partai politik dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Jadi dengan kejadian kemarin pada saat kita mendengarkan informasi Presiden Prabowo Subianto dan seluruh pemerintahan, bahkan termasuk ketua-ketua partai, termasuk juga LSM, dan lain-lain itu disadap. Artinya betapa mudahnya pembicaraan itu disadap dengan alat yang canggih sekarang ini. Oleh karena itu, kita harus waspada sebagai orang perorangan, karena pembicaraan itu tidak bisa terlindungi secara otomatis, ujar Sturman, saat diwawancarai tim Gesuri.id, Rabu (4/11/2026).
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan individual dalam mengkomunikasikan hal-hal penting atau bersifat rahasia melalui saluran telekomunikasi harian.
Oleh karenanya, berbicara hal-hal yang penting, yang tidak membongkar rahasia pribadi atau perorangan disampaikan via telepon atau via WhatsApp. Karena itu bisa disadap, dan kita perorangan harus mawas diri agar tidak menginformasikan lewat alat komunikasi hal-hal rahasia yang kemungkinan besar bisa disadap, ungkapnya.