Ikuti Kami

Cegah Risiko Penyadapan Modern, Sturman Panjaitan Ingatkan Pentingnya Peran Pengamanan Siber dan BSSN

"Mereka menggunakan alat penyadapan; alat yang digunakan bisa menyadap baik itu dari suara, sedang percakapan, maupun dari data."

Cegah Risiko Penyadapan Modern, Sturman Panjaitan Ingatkan Pentingnya Peran Pengamanan Siber dan BSSN
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sturman Panjaitan. (istimewa)

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sturman Panjaitan, mengingatkan masyarakat mengenai potensi ancaman teknologi penyadapan modern yang kini semakin canggih dan dapat menyasar percakapan suara hingga data pribadi.

"Mereka menggunakan alat penyadapan; alat yang digunakan bisa menyadap baik itu dari suara, sedang percakapan, maupun dari data," ujar Sturman, saat diwawancarai tim Gesuri.id pada Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan persoalan pengamanan data memiliki ranah tanggung jawab yang spesifik, di mana perlindungan data perorangan merupakan wewenang dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), yang berbeda penanganannya dengan persoalan di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Nah, data ini memang, kalau data perorangan atau data-data lainnya, itu tugasnya dari cyber, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara). Dan itu mereka punya tugas untuk pengamanan. Bukan Komdigi. Komdigi ini hanya memberikan itu, tetapi kebocoran-kebocoran data berbeda dengan penyadapan. Kalau kebocoran data memang dari Komdigi maupun dari badan siber. Tapi kalau penyadapan ini harus diantisipasi dengan alat anti-sadap lagi," jelasnya.

Lebih lanjut, Sturman mengungkapkan bahwa perangkat yang digunakan untuk melakukan penyadapan masa kini tergolong sangat canggih sehingga fasilitas telekomunikasi standar belum cukup memadai untuk membendungnya.

"Alatnya juga harus canggih. Tidak cukup dengan apa yang dimiliki oleh Komdigi atau dengan alat yang ada sekarang ini, karena perangkatnya sudah cukup canggih," tambahnya.

Melihat kondisi tersebut yang dinilai dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, ia mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan bijak dalam memanfaatkan perangkat komunikasi elektronik.

"Pembicaraan perorangan itu bisa disadap melalui alat itu. Nah, ini yang meresahkan masyarakat. Jadi, bila tidak perlu berbicara lewat alat komunikasi, ya tidak usah dibicarakan. Ketemu saja face to face (tatap muka), supaya mengurangi kemungkinan penyadapan," pungkasnya.

Quote