Jakarta, Gesuri.id PDI Perjuangan menegaskan keputusannya untuk tetap berada di luar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pilihan menjadi kekuatan penyeimbang (check and balances) ini dinilai bukan sekadar kalkulasi politik praktis, melainkan langkah patriotik demi menjaga kualitas demokrasi Indonesia yang rentan tergiur kekuasaan.
Baca:9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa sosiologi politik tanah air menunjukkan adanya kecenderungan besar terhadap godaan kekuasaan.
Oleh sebab itu, kehadiran penyeimbang yang konsisten dan kritis sangat krusial agar setiap kebijakan publik tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.