Jakarta, Gesuri.id — PDI Perjuangan memberikan evaluasi kritis terhadap pola komunikasi diplomasi luar negeri Indonesia dalam merespons ketegangan kawasan, sekaligus membeberkan strategi penataan internal organisasi partai.
Menanggapi dinamika hubungan diplomatik dengan negara tetangga seperti Singapura akibat isu asap dan lingkungan, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengingatkan pentingnya mengedepankan The Art of Diplomacy dan tradisi musyawarah. Indonesia dinilai harus kembali mengambil peran sebagai Big Brother ASEAN yang bijaksana.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Dalam menghadapi persoalan lintas negara, tidak boleh kepala panas. Jangan sampai muncul aktor di luar kementerian resmi yang bertindak reaktif dan justru menciptakan ketegangan kawasan yang tidak perlu," kata Hasto dalam diskusi di kanal media sosial YouTube Sinkos Indonesia yang dikutip, Minggu (1/11).
Di sisi lain, untuk menjaga soliditas dan marwah partai di dalam negeri, PDI Perjuangan terus memperketat sistem kaderisasi berkala.
Pengalaman pahit ditinggalkan oleh kader yang berpaling demi kekuasaan menjadi pelajaran berharga bagi institusi partai untuk terus berbenah.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Guna mencegah hadirnya 'penumpang gelap' yang memanfaatkan partai hanya sebagai batu loncatan kekuasaan, PDI Perjuangan kini menerapkan pengujian psikologis (psychotest) bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) serta mewajibkan seluruh kader menempuh pendidikan di Sekolah Partai.
"Membangun partai ideologis itu tidak mudah. Setelah puluhan tahun dikekang, kini kami secara konsisten menjalankan Sekolah Partai demi melahirkan pemimpin yang setia pada akar sejarah dan kepedulian rakyat, bukan pemuja kekuasaan," tutup Hasto.

















































































