Jakarta, Gesuri.id - Badan Akuntabilitas Keuangan Negara DPR RI menyoroti realisasi volume kendaraan (trafik) di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang baru mencapai 50 persen dari target.
Rendahnya angka lalu lintas tersebut dinilai memicu pembengkakan beban operasional, pemeliharaan, hingga beban bunga investasi.
Ketua Tim Pengawas Keuangan DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mengungkapkan hal tersebut saat memimpin kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau, Jumat (2/10/2026).
Baca:9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Kunjungan dilakukan guna menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembangunan dan pengelolaan infrastruktur penunjang di Sumatera tersebut.