Jakarta, Gesuri.id — Politikus PDI Perjuangan, Ansy Lema, menegaskan bahwa perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto tidak boleh sekadar menjadi ajang bongkar-pasang jabatan.
Menurutnya, hal terpenting dari perombakan tersebut adalah lonjakan kinerja dan perbaikan nyata pada level implementasi kebijakan.
Ansy menilai, visi dan panduan strategis yang disampaikan Presiden Prabowo sejauh ini sudah sangat jelas. Namun, persoalan utama justru kerap muncul pada tingkatan eksekusi oleh jajaran kementerian di lapangan.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
“Catatan kami selama ini, kalau dari segi visi dan paradigma presiden itu cukup clear, cukup jelas menyampaikan apa yang menjadi komitmen beliau. Tapi persoalan yang kami lihat ada pada level implementasi aksi di lapangan yang kerap kali lemah dan kedodoran,” ujar Ansy Lema, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Jumat (2/10).
Mantan Anggota DPR RI ini menekankan, PDI Perjuangan memandang reshuffle bukan sebatas mengganti atau memasukkan figur baru ke dalam jajaran menteri dan wakil menteri. Tolak ukur keberhasilan perombakan kabinet terletak pada sejauh mana perubahan tersebut berdampak langsung pada masyarakat.
“Harapan kami sederhana, reshuffle bukan saja mengganti siapa dan memasukkan siapa, tetapi apakah perombakan ini bisa meningkatkan kualitas kinerja dari pemerintah,” tegas Ansy.
Ia membeberkan sejumlah isu krusial yang harus segera dijawab oleh susunan kabinet baru. Di antaranya meliputi pembukaan lapangan kerja, penguatan kondisi ekonomi, kepastian hukum, hingga perlindungan bagi kelompok rentan.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Apakah reshuffle hari ini mendorong penyelesaian persoalan-persoalan yang dihadapi secara riil oleh masyarakat? Mulai dari lapangan pekerjaan, ekonomi, kepastian hukum, hingga perlindungan terhadap kaum rentan," lanjutnya.
Oleh karena itu, Ansy berharap evaluasi yang dilakukan Presiden Prabowo dapat memacu jajaran menteri di Kabinet Merah Putih untuk bekerja lebih efektif, sehingga hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Nah, ini persoalan-persoalan utama yang harus bisa dijawab oleh kabinet Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Ansy.

















































































