Sleman, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, memastikan kesiapan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menyelenggarakan ibadah haji 2027/1448 H melalui layanan embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).
Selain memperluas cakupan jemaah, pemerintah juga menaikkan standar pelayanan akomodasi dan konsumsi selama di Arab Saudi.
Pernyataan tersebut disampaikan Abidin saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan persiapan haji di Sleman, DIY, Jumat (2/10/2026).
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Abidin menjelaskan, DIY menjadi pelopor embarkasi yang menyinergikan layanan jemaah dengan jaringan perhotelan di sekitar bandara guna mengantisipasi ketiadaan asrama haji konvensional.
“Daerah Istimewa Yogyakarta ini merupakan embarkasi pelopor yang menyinergikan layanan haji dengan hotel. Skema ini sukses terlaksana pada 2026 dan untuk 2027 kesiapannya makin matang,” ujar Abidin.
Politisi tersebut mengungkapkan, suksesnya skema berbasis hotel ini mendorong rencana penambahan cakupan jemaah yang terbang melalui Embarkasi YIA. Selain melayani wilayah DIY dan Keresidenan Kedu, daerah asal jemaah akan diperluas ke wilayah Jawa Tengah lainnya.
“Ke depan, jumlah jemaah akan ditambah. Yang semula mencakup seluruh DIY dan Keresidenan Kedu (Kabupaten/Kota Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen), kini tengah diupayakan penambahan jemaah dari Kabupaten Cilacap dan Banyumas. Keterangan dari Kanwil dan Sekda DIY menyatakan daerah sudah siap,” tuturnya.
Tak hanya persiapan dalam negeri, Abidin juga menyoroti pembenahan signifikan pada layanan jemaah selama berada di Tanah Suci. Pada musim haji 2027, pemerintah memangkas jumlah syarikah penyedia jasa dari empat menjadi dua syarikah guna mempermudah kontrol kualitas.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Layanan di tahun 2027 naik kelas, dari yang sebelumnya tipe D menjadi tipe C. Sebagai wujud peningkatan ini, fasilitas tempat tidur jemaah di Arafah dan Mina nantinya menggunakan model sofa bed, tidak lagi kasur tipis seperti tahun lalu,” ungkap Abidin.
Selain fasilitas tidur, Abidin menegaskan bahwa perbaikan juga menyasar sektor konsumsi. Pemerintah Indonesia telah berkoordinasi dengan syarikah agar penyediaan makanan dilakukan secara terintegrasi dengan akomodasi.
“Pemerintah berkomunikasi intensif dengan syarikah agar pelayanan konsumsinya menggunakan sistem full board, jadi disiapkan secara satu kesatuan dengan layanan akomodasi,” tegasnya.

















































































