Yeremia Mendrofa Tegaskan Desil 10 Bukan Otomatis Kaya, Desil 1 Bukan Berarti Tak Berpenghasilan

Yeremia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan status kesejahteraan hanya dari besaran pengeluaran bulanan.
Senin, 24 Agustus 2026 09:03 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Anggapan bahwa masyarakat dengan pengeluaran sekitar Rp3 juta per bulan otomatis masuk kategori sangat kaya dinilai tidak tepat. Penentuan tingkat kesejahteraan masyarakat tidak dapat disederhanakan hanya melalui satu indikator angka nominal.

Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, menegaskan bahwa penentuan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi rumah tangga secara relatif yang melibatkan banyak variabel.

Baca:Ini 3 Faktor yang MembuatGanjarPranowo Menjadi Capres Terkuat!

Belum bisa kita katakan demikian karena belum ketahuan variabel yang digunakan saat pengelompokan dan survei. Perlu diluruskan, desil bukan berarti seseorang yang masuk Desil 10 otomatis orang kaya, atau Desil 1 otomatis berarti tidak memiliki penghasilan, ujar Yeremia, Senin (18/8).

Menurut Yeremia, masyarakat perlu memahami bahwa posisi desil 1 hingga desil 10 menggambarkan skala peringkat sosial ekonomi, bukan label absolut atas tingkat kekayaan seseorang. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan status kesejahteraan hanya dari besaran pengeluaran bulanan.

Baca juga :