Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, menyoroti penurunan penggunaan bahasa Bali di kalangan generasi muda. Berdasarkan data yang ia sampaikan, sekitar 13 persen anak muda di Bali tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Parta saat pengumuman dan penyerahan hadiah Wimbakara Bulan Bahasa Bali Warsa VIII Tahun 2026 di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati.
Menurut Parta, dari total 718 bahasa daerah di Indonesia, sejumlah bahasa telah dinyatakan punah. Bahasa Bali saat ini memang masih dalam kategori aman. Namun, secara sosiokultural, penggunaannya dinilai mengalami penurunan karena tidak lagi dipakai secara intensif dalam keseharian.
Lebih dari 50 persen anak muda Bali memakai bahasa campuran. Sebanyak 27 persen masih menggunakan bahasa Bali secara utuh, baik halus, kasar, maupun pergaulan. Sekitar 13 persen sudah tidak lagi menggunakan bahasa Bali dalam keseharian. Ini tentu menjadi perhatian bersama, ujarnya dikutip Rabu (4/3).
Ia menekankan pentingnya pembiasaan bahasa Bali sejak usia dini, khususnya pada rentang usia 05 tahun. Menurutnya, bahasa ibu seharusnya diperkenalkan dan digunakan secara konsisten di lingkungan keluarga.