Khawatir Nama Nyoman dan Ketut Punah, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Miliki 4 Anak

Kekhawatiran Koster didasari oleh tren keluarga modern di Bali yang mayoritas hanya memilih memiliki dua anak.
Senin, 25 Mei 2026 17:57 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Badung, Gesuri.id Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak setiap rumah tangga di Pulau Dewata untuk kembali mengikuti tradisi memiliki empat anak. Langkah ini dinilai krusial guna mencegah penurunan populasi warga asli Bali, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya lokal yang kian tergerus zaman.

Kekhawatiran Koster didasari oleh tren keluarga modern di Bali yang mayoritas hanya memilih memiliki dua anak. Akibatnya, nama depan khas Bali untuk anak ketiga (Nyoman/Komang) dan anak keempat (Ketut) kini terancam punah.

Berkaca dari jumlah warga asli Bali yang semakin sedikit karena kebanyakan keluarga memilih hanya memiliki dua anak, anak ketiga dan anak keempat hampir tidak ada lagi. Jika jumlah kita semakin sedikit, bagaimana caranya kita mampu mempertahankan dan melestarikan budaya Bali? Untuk itu, saya ajak setiap rumah tangga kembali memilih untuk memiliki empat anak, tegas Koster.

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Dharma Santi dan HUT ke-57 Para Gotra Sentana Dalem Tarukan (PGSDT) serta HUT ke-6 Balapraja Tahun 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Minggu (24/5/2026).

Baca juga :