Jakarta, Gesuri.id - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan seluruh kader partainya dilarang terlibat dalam proyek Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena program tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kader partai.
"Program ini ditujukan untuk rakyat, kita tidak boleh melakukan komersialisasi suatu program yang ditujukan untuk rakyat," kata Hasto di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (20/7).
BaCa: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Hasto mengatakan larangan tersebut telah disampaikan kepada seluruh kader PDI Perjuangan sejak awal pelaksanaan program MBG.
Menurut dia, partainya tidak menginginkan kader terlibat dalam pengelolaan program yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan ataupun menjadikan program pemerintah sebagai kepentingan bisnis.
"Karena kami sudah melarang anggota dan kader PDI Perjuangan untuk terlibat dalam program tersebut, maka kami berkirim surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Sampai sekarang kami belum menerima jawaban dari surat tersebut. Kami akan tunggu, kalau tidak ada respons, kami akan kirim surat kembali," katanya.
Ia mengatakan surat kepada BGN dikirim untuk meminta data kader PDI Perjuangan yang diduga terlibat dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyusul pernyataan mantan Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang yang menyebut seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan maupun pengelolaan SPPG.
Apabila ditemukan kader yang tetap mengikuti program tersebut, kata Hasto, partai akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi sebelum menjatuhkan sanksi sesuai tingkat pelanggarannya.
BaCa: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Dalam kesempatan itu, Hasto menilai gagasan penyediaan makanan bergizi bagi anak merupakan kebijakan yang baik, namun pelaksanaannya masih perlu diperbaiki.
"Yang dikritik oleh PDI Perjuangan sejak awal adalah metodologi, pendekatan, dan pelaksanaannya. Gagasannya baik, tetapi pelaksanaannya yang harus dikoreksi," katanya.

















































































