Menjawab Era Privilese: Bambang Pacul Dorong ‘Mentalitet Korea’ dan Filosofi Sandal Jepit bagi Anak Muda

Bambang Pacul ini menawarkan filosofi perjuangan bagi kaum marjinal di era persaingan yang kian kompetitif.
Kamis, 23 Juli 2026 13:19 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Bekasi, Gesuri.id Di tengah maraknya perbincangan generasi muda mengenai privilese, koneksi, dan jalan pintas menuju kesuksesan, istilah Mentalitet Korea hadir sebagai narasi tandingan yang segar.

Konsep yang dipopulerkan oleh politisi senior Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul ini menawarkan filosofi perjuangan bagi kaum marjinal di era persaingan yang kian kompetitif.

Secara etimologi dalam bahasa gaul subkultur Jawa, istilah Korea bukanlah merujuk pada budaya pop atau drama dari Negeri Ginseng, melainkan julukan bagi masyarakat kelas terbawah seperti pekerja kasar, kuli, hingga rakyat jelata. Berangkat dari naskah pemikirannya bertajuk Mentalitet Korea Jalan Ksatria, Bambang Pacul mengubah istilah yang tadinya bernada peyoratif tersebut menjadi sebuah semangat resiliensi.

Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Ia menegaskan bahwa filosofi sandal jepit atau Mentalitet Korea bukan bertujuan untuk mem glorifikasi kemiskinan, melainkan membakar daya juang generasi muda melalui tiga prinsip utama:

Baca juga :