Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, I Nyoman Parta, mengharapkan masyarakat Bali untuk mulai menjauhkan diri dari aksi rasisme.
Siapapun boleh ke Bali, namun harus ikut menjaga dan menghormati nilai-nilai budaya dan keluhuran Bali,ujarnya, dikutip Rabu (18/2/2026).
Aksi rasisme ini, lanjutnya, ditujukan umumnya kepada warga pendatang yang datang ke Bali dengan tujuan untuk bekerja.Para oknum pendatang ini kerap melakukan tindak kriminal, membuat keonaran, dan tak jarang mengusik orang Bali itu sendiri.
Masyarakat Bali yang gerah atas kelakuan oknum-oknum pendatang ini pun melahirkan istilah untuk para pendatang sesuai ciri fisik ataupun kewilayahan, seperti nas berit dan dauh tukad.
Bahkan banjar atau desa adat secara sembunyi-sembunyi telah mengambil sikap tegas yakni melarang masyarakat adat pemilik kosan, kontrakan dan pengusaha untuk menerima mereka.