Peran Mohammad Yamin dalam Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia

Yamin kembali memainkan peran penting dalam Kongres Pemuda II yang diadakan di Batavia (Jakarta) pada 27–28 Oktober 1928.
Senin, 20 Oktober 2025 05:12 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id - Nama Mohammad Yamin tak bisa dipisahkan dari sejarah lahirnya Sumpah Pemuda dan perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Pemikirannya tentang persatuan bangsa, bahasa nasional, dan dasar negara menjadi fondasi penting dalam perjalanan kebangsaan.

Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, pada 2 Agustus 1903. Setelah menamatkan pendidikan di HIS Palembang dan AMS Solo, ia melanjutkan studi hukum di Rechtshoogeschool te Batavia (cikal bakal Fakultas Hukum Universitas Indonesia) dan lulus pada 1932 dengan gelar Master in de Rechten.

Sejak muda, Yamin aktif dalam pergerakan pemuda dan kebangsaan. Ia bergabung dengan Jong Sumatranen Bond dan dikenal sebagai tokoh yang mendorong ide persatuan Indonesia di atas perbedaan suku dan daerah.

Penggagas Bahasa Persatuan di Kongres Pemuda I

Dalam Kongres Pemuda I yang digelar pada 30 April2 Mei 1926, Yamin tampil sebagai salah satu tokoh penting. Ia menyampaikan pidato berjudul Kemungkinan Perkembangan Bahasa-bahasa dan Kesusasteraan Indonesia di Masa Mendatang.

Baca juga :