Sumedang, Gesuri.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumedang menunjukkan tren positif dalam proses regenerasi dan konsolidasi partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sumedang, Asep Ronny Hidayat, mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan saat ini didominasi oleh wajah-wajah baru yang membawa semangat pembaruan.
“Lebih dari 50 persen pengurus saat ini merupakan hasil rekrutmen baru, dan menariknya, lebih dari 50 persen di antaranya adalah perempuan. Ini adalah bukti nyata semangat pembaruan dan penguatan keterlibatan gender di internal partai kami,” ujar Asep dalam sambutannya di Kecamatan Sumedang Selatan.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani Ambil
Asep menjelaskan bahwa seluruh jajaran pengurus DPC telah resmi dilantik pada 21 Desember 2025 lalu. Langkah selanjutnya, partai akan merampungkan legalitas kepengurusan di tingkat akar rumput dengan agenda penyerahan SK bagi pengurus Ranting dan Anak Ranting pada Juni 2026 mendatang.
Ke depan, PDI Perjuangan Sumedang berkomitmen mengalihkan pola kerja dari sekadar seremonial menjadi aksi langsung di tengah masyarakat. Sebagai langkah awal, partai melakukan pembagian paket sembako kepada warga setempat.
“Kami mulai bergerak turun ke bawah dengan kerja politik nyata, seperti layanan pengobatan gratis, kegiatan sosial, dan program pemberdayaan. Kami ingin memastikan partai selalu hadir saat rakyat membutuhkan,” tegasnya.
Menyinggung dinamika internal yang sempat menghangat, Asep memastikan bahwa kader yang bertahan adalah mereka yang memiliki militansi tinggi.
“Yang hadir hari ini adalah kader-kader loyal. Fokus kami adalah menjaga kepercayaan masyarakat Sumedang,” tambahnya.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menapresiasi atas progres konsolidasi di Sumedang. Ia menekankan bahwa meningkatnya peran perempuan di struktur partai merupakan cerminan dari semangat kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo
“Perempuan memiliki peran sentral dalam sejarah pergerakan bangsa. PDI Perjuangan akan terus mendorong posisi perempuan dalam perjuangan politik dan sosial,” ungkap Ono.
Ono juga mengingatkan agar seluruh kader tidak hanya terjebak pada politik elektoral, tetapi juga aktif menyelesaikan persoalan mendasar rakyat, seperti penanganan stunting dan ketahanan pangan.
“Ibu Ketua Umum selalu berpesan agar partai menjadi solusi bagi rakyat. Mulai dari pencegahan stunting, edukasi pangan alternatif saat harga beras melonjak, hingga gerakan hidup hemat. Itulah esensi partai hadir untuk rakyat,” pungkasnya.

















































































