Rano Karno Akui Kudatuli Mengajarkan Kekuasaan Harus Siap Mendengar Kritik

Kekuasaan yang menutup diri terhadap kritik pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri.
Sabtu, 18 Juli 2026 20:02 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan Peristiwa Kudatuli bukan hanya tragedi politik masa lalu, tetapi pelajaran yang harus terus dipegang oleh setiap pemegang kekuasaan.

Menurutnya, kekuasaan yang menutup diri terhadap kritik pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri.

Hal itu disampaikan Rano Karno saat memberikan sambutan dalam Public Lecture bertajuk Jalan Buntu Reformasi untuk memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (18/7).

Rano mengatakan salah satu pelajaran terbesar dari Serangan 27 Juli 1996 adalah pentingnya menjaga ruang demokrasi agar masyarakat bebas menyampaikan pendapat.

Kudatuli mengajarkan satu hal sederhana, kekuasaan yang tidak tahan mendengar suara berbeda adalah kekuasaan yang sedang menggali kuburnya sendiri, ujarnya.

Baca juga :