Jakarta, Gesuri.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan Peristiwa Kudatuli bukan hanya tragedi politik masa lalu, tetapi pelajaran yang harus terus dipegang oleh setiap pemegang kekuasaan.
Menurutnya, kekuasaan yang menutup diri terhadap kritik pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri.
Hal itu disampaikan Rano Karno saat memberikan sambutan dalam Public Lecture bertajuk Jalan Buntu Reformasi untuk memperingati 30 tahun Peristiwa Kudatuli di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Sabtu (18/7).
Rano mengatakan salah satu pelajaran terbesar dari Serangan 27 Juli 1996 adalah pentingnya menjaga ruang demokrasi agar masyarakat bebas menyampaikan pendapat.
"Kudatuli mengajarkan satu hal sederhana, kekuasaan yang tidak tahan mendengar suara berbeda adalah kekuasaan yang sedang menggali kuburnya sendiri," ujarnya.
Ia menegaskan pelajaran tersebut tidak hanya berlaku bagi rezim Orde Baru, melainkan juga bagi seluruh penyelenggara pemerintahan saat ini.
"Pelajaran ini bukan hanya untuk Orde Baru. Ini pelajaran untuk semua yang memegang kekuasaan, termasuk kami, termasuk gubernur dan wakil gubernur, termasuk saya pada hari ini," tegasnya.
Sebagai Wakil Gubernur Jakarta, Rano berkomitmen menjaga ibu kota sebagai ruang yang terbuka bagi kebebasan berekspresi.
Menurutnya, kampus, ruang publik, dan berbagai fasilitas kota harus tetap menjadi tempat masyarakat berkumpul, berdiskusi, dan menyampaikan kritik tanpa rasa takut.
"Jakarta tetap menjadi kota di mana orang boleh berkumpul, berpendapat, dan berbeda tanpa takut. Kampus-kampus dan ruang publik harus tetap terbuka untuk forum seperti hari ini, termasuk ketika isinya mengkritik kami," katanya.
Ia menambahkan semangat Kudatuli juga harus diwujudkan dalam kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
"Semangat Kudatuli harus hadir bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam cara kota ini memperlakukan warganya. Soal hunian, penataan yang manusiawi, dan layanan dasar," ujar Rano.
#30tahunkudatuli
#Diponegoro58
#PDIPerjuangan
#MegawatiSoekarnoPutri

















































































