Jakarta, Gesuri.id PDI Perjuangan akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026 bertepatan dengan peringatan 30 tahun Tragedi Kudatuli. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan monumen tersebut dibangun sebagai simbol penghormatan kepada para pejuang demokrasi sekaligus pengingat agar kekerasan atas nama negara tidak pernah terulang di Indonesia.
Karena itulah PDI Perjuangan juga akan mengadakan khususnya kegiatan pada tanggal 27 Juli 2026 nanti berupa peresmian suatu Monumen Kudatuli untuk mengingatkan bahwa kekerasan atas nama negara itu tidak bisa dibiarkan dan tidak boleh terjadi lagi, kata Hasto usai acara Public Lecture Jalan Buntu Reformasi memperingati 30 tahun Kudatuli di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/7).
Hasto menegaskan peringatan tiga dekade Kudatuli tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat.
Menurutnya, pengalaman Kudatuli mengajarkan bahwa watak kekuasaan yang otoriter harus dihadapi dengan memperkuat kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat.
Jadi kita melihat bahwa watak kekuasaan yang otoriter harus dihadapi bersama-sama dengan menumbuhkan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat agar kebebasan berserikat, bersuara, dan berkumpul, termasuk adanya suara-suara kritis untuk mengoreksi kebijakan, itu dibuka suatu ruang, ujarnya.