BBM Bali Tak Kunjung Teratasi, Dirut Pertamina Didesak Mundur!

“Kami rasa pertemuan kemarin adalah angin segar. Upaya Pertamina untuk memperbaiki kekacauan ini,” kata Rai Warsa.
Kamis, 15 Oktober 2026 16:02 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Made Rai Warsa, mendesak Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mempertimbangkan pengunduran diri apabila persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali tidak kunjung teratasi.

Desakan tersebut disampaikan menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang masih terjadi hingga Rabu (14/10/2026).

Kami rasa pertemuan kemarin adalah angin segar. Upaya Pertamina untuk memperbaiki kekacauan ini, kata Rai Warsa, Kamis (15/10/2026).

Rai Warsa menilai, meskipun Pertamina telah menyampaikan rencana peningkatan operasional depo menjadi 24 jam dan penambahan armada mobil tangki, kondisi di lapangan belum menunjukkan pemulihan yang signifikan. Antrean kendaraan, terutama sepeda motor, masih terlihat menumpuk di sejumlah SPBU. Masyarakat bahkan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat kegiatan ekonomi di Bali. Karena itu, ia meminta Pertamina memberikan penjelasan secara terbuka mengenai ketersediaan stok BBM dan kondisi distribusi di Pulau Dewata.

Baca juga :