Surabaya, Gesuri.id Keterwakilan perempuan di parlemen tidak boleh berhenti pada pemenuhan kuota politik semata. Kehadiran legislator perempuan harus mampu memberi warna nyata dalam proses pengambilan kebijakan melalui kapasitas, kompetensi, dan kualitas kepemimpinan yang terus diasah.
Pesan kuat tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, saat membuka kegiatan Penguatan Peran, Kapasitas, dan Kompetensi Anggota Parlemen Perempuan Periode 20242029 di Surabaya, Selasa (30/6/2026).
Acara tersebut diselenggarakan oleh Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) bersama mitra sebagai bagian dari program penguatan kapasitas anggota parlemen. Dalam kesempatan itu, Sri Untari hadir mewakili Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf.
Perempuan harus mampu memberikan warna melalui kapasitas dan kompetensinya. Kalau kita tidak memiliki itu, suara kita tidak akan didengar, ujar Sri Untari.
Baca:GanjarTegaskan Sikap PDI Perjuangan di Luar Pemerintahan