Ikuti Kami

In Memoriam Dr. Willy Wirantaprawira: Selamat Jalan, Sang Pelopor Gerakan "Mega for President"

Ditulis oleh: Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDI Perjuangan.

In Memoriam Dr. Willy Wirantaprawira: Selamat Jalan, Sang Pelopor Gerakan
Dr. Willy Wirantaprawira.

​Jakarta, Gesuri.id - Semangat dan api perjuangan "Banteng Moncong Putih" tetap menyala di dalam dada Dr. Willy Wirantaprawira hingga akhir hayatnya. Tokoh pelopor perjuangan melawan otoriterisme Orde Baru tersebut mengembuskan napas terakhir pada 22 Juni 2026 dalam usia menjelang 90 tahun.

​Jenazah pria yang akrab disapa Kang Willy ini dihantarkan oleh keluarga serta kerabat dekat ke tempat peristirahatan terakhirnya di Hauptfriedhof Frankfurt, Jerman, Selasa (30/6). 

Peti jenazahnya diselimuti dengan kain Merah Putih, sebagai penghormatan atas dedikasi seumur hidupnya bagi bangsa dan partai.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​Mundur ke pertengahan tahun 1990-an, nama Kang Willy tidak bisa dilepaskan dari situs internet ikonik "Mega for President". Di era ketika internet belum menjadi konsumsi massal, situs tersebut telah menjelma menjadi arena pertemuan digital bagi para pendukung Megawati Soekarnoputri.

​"Mega for President" bukan sekadar situs, melainkan simbol perlawanan terhadap rezim Orde Baru sekaligus forum pertukaran pikiran antarnetizen diaspora Indonesia di luar negeri dan para aktivis di tanah air.

​Melalui ruang siber ini, Kang Willy membakar semangat para aktivis pro-Mega yang bertaruh nyawa di lapangan. Uniknya, saat itu banyak netizen yang hanya mengenal nama besarnya tanpa tahu pasti di mana sang pengelola berdomisili.

​Perjuangan digital dan pergerakan akar rumput tersebut akhirnya membuahkan hasil sejarah. PDI Pro-Mega yang bertransformasi menjadi PDI Perjuangan keluar sebagai pemenang Pemilu 1999. Megawati Soekarnoputri, putri Proklamator dan Presiden pertama RI Bung Karno, kemudian dilantik menjadi Wakil Presiden RI (1999) dan kelak menjadi Presiden ke-5 RI (2001–2004).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Jejak perjuangan Kang Willy terus berlanjut. Pada tahun 2000, saat saya bertolak ke Jerman untuk melanjutkan studi doktoral di Justus Liebig-Universität Gießen, Kang Willy menghubungi saya dari kediamannya di Heidelberg. Beliau mengajak bertemu untuk merencanakan pembentukan resmi perwakilan PDI Perjuangan di Eropa.

​Ikhtiar tersebut terwujud pada tahun 2001 dengan terbentuknya kepengurusan resmi partai di daratan Eropa. Sebagai Ketua Perwakilan Partai di Jerman saat itu, saya bersama Kang Willy, Pak Toton Soeharto, Bung Unang, serta rekan-rekan di Belanda, Ceko, Australia, dan Amerika Serikat rutin berdiskusi—baik bertatap muka langsung maupun melalui situs "Mega for President"—untuk mengawal dinamika politik di tanah air.

​Setelah saya menyelesaikan studi dan kembali ke Indonesia pada akhir 2003, Kang Willy bersama kawan-kawan di luar negeri tetap konsisten merawat roda organisasi partai. Hingga akhir hayatnya, beliau dengan bangga selalu hadir dalam Kongres PDI Perjuangan sebagai perwakilan wilayah Eropa.

​Selamat jalan, Dr. Willy Wirantaprawira, sang pejuang "Mega for President". Jasamu akan selalu kami kenang dan abadi dalam sejarah perjuangan partai.
 

​Merdeka!

Quote