Jakarta, Gesuri.id – Komisi IX DPR RI meminta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk merombak arah program magang agar benar-benar menjawab kebutuhan dunia kerja.
Pasalnya, program magang seharusnya menjadi jembatan krusial antara lulusan institusi pendidikan dengan kebutuhan riil sektor industri.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengungkapkan bahwa hasil evaluasi pihaknya menunjukkan mayoritas program magang saat ini belum optimal dalam mendukung penyerapan tenaga kerja.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Kami kemarin melakukan evaluasi. Hasilnya, sekitar 40 persen program magang justru berada di sektor pemerintahan, yang hubungannya dengan dunia kerja komersial atau industri itu sangat terbatas," ujar Edy kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Edy menilai Kemnaker harus bergerak cepat memperkuat konsep link and match (keselarasan). Langkah ini bisa dimulai dengan memetakan kebutuhan kompetensi di dunia usaha secara akurat, sehingga pelatihan yang diberikan selama magang benar-benar relevan dengan pasar kerja.
"Jadi, Kemnaker itu bertugas menjembatani (bridging) lulusan perguruan tinggi atau sekolah kita dengan dunia kerja melalui program magang tersebut," tutur Edy.
Selain magang domestik, Edy juga menyoroti program SMK Go Global yang diproyeksikan untuk menyuplai tenaga kerja ke pasar internasional. Menurutnya, program ini harus fokus pada tiga aspek utama:
- Peningkatan kemampuan bahasa asing.
- Penguatan kompetensi teknis.
- Kepemilikan sertifikasi internasional yang sesuai dengan negara tujuan.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Pelatihan bahasa dan kompetensi keahlian harus ditingkatkan. Begitu juga dengan sertifikasi keahlian yang standarnya diakui dunia. Dengan begitu, kebutuhan tenaga kerja di negara seperti Jepang, Korea, dan Jerman bisa kita penuhi lewat SMK Go Global," jelasnya.
Melalui penguatan program magang dan SMK Go Global ini, Edy berharap Indonesia mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing, baik di panggung nasional maupun global.
"Ini adalah cara efektif untuk menyiapkan SDM kita agar kompetensinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun di luar negeri," pungkas Edy.

















































































