Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis harus menjadi instrumen penguatan hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak boleh hanya berfokus pada pengelolaan ekspor dan peningkatan devisa negara, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri.
Evita menilai penguatan kendali ekspor harus berjalan seiring dengan upaya memperbesar kapasitas industri nasional. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan indikator yang terukur untuk memastikan kebijakan ekspor satu pintu benar-benar memberikan dampak terhadap transformasi ekonomi.
Kami di DPR akan mendorong Pemerintah menyusun indikator keberhasilan yang tidak hanya mengukur peningkatan devisa, tetapi juga peningkatan nilai tambah domestik, penyerapan tenaga kerja industri, dan pertumbuhan investasi sektor hilirisasi, ujar Evita dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Rabu (17/6/2026).
Baca:Ini 5 Kutipan InspiratifGanjarPranowo Tentang Anak Muda