Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan peran strategis jurnalis parlemen dalam mengawal demokrasi sekaligus mencatat perjalanan sejarah bangsa. Setiap karya jurnalistik—khususnya foto—bukan sekadar dokumentasi visual, melainkan warisan sejarah yang menjadi rujukan generasi mendatang dalam memahami dinamika politik Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Rieke saat membuka Pameran Foto Jurnalistik bertajuk “Warna-Warni Parlemen #16” sekaligus meluncurkan rangkaian Anugerah Jurnalistik Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Rieke mengenang awal perjalanan politiknya ketika pertama kali dilantik sebagai anggota DPR RI lebih dari tiga dekade lalu. Momen bersejarah itu terekam oleh kamera jurnalis parlemen dan menjadi bagian tak terpisahkan dari jejak karyanya sebagai wakil rakyat.
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
“Selama mengemban amanah rakyat di gedung ini, saya tidak pernah melangkah sendirian. Selalu ada dedikasi luar biasa dari rekan-rekan media yang tergabung dalam KWP untuk mengawal setiap proses demokrasi di parlemen,” ujar Rieke.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai media memegang peran vital dalam memastikan aspirasi masyarakat tetap terdengar di ruang kebijakan.
Menurutnya, setiap pembahasan undang-undang, fungsi pengawasan, hingga keputusan politik di DPR tak lepas dari peran wartawan yang menyajikan informasi secara transparan kepada publik.
Rieke menyebut sebanyak 100 karya foto yang dipamerkan dalam “Warna-Warni Parlemen #16” tidak hanya menampilkan aktivitas para legislator, tetapi juga merekam dinamika, perjuangan, hingga momen penting di Senayan.
“Karya-karya ini sedang merajut memori kolektif perjuangan bangsa. Setiap jepretan lensa menyimpan cerita tentang kerja keras, perdebatan, hingga pengabdian untuk rakyat,” tutur Rieke, yang juga membagikan pengalamannya saat terlibat dalam Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Ia menekankan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan keterbukaan informasi dan pengawasan publik. Oleh karena itu, sinergi antara parlemen dan insan pers harus terus diperkuat demi mewujudkan demokrasi yang transparan dan akuntabel.
Pada kesempatan yang sama, Rieke resmi meluncurkan Anugerah Jurnalistik KWP 2026 bertema “DPR di Panggung Dunia”. Tema ini diusung untuk mendorong agar kerja parlemen—mulai dari legislasi, pengawasan, anggaran, hingga diplomasi internasional—dapat dikenal lebih luas di kancah global.
“Melalui tulisan, analisis mendalam, dan karya foto jurnalistik, dunia dapat melihat bagaimana demokrasi Indonesia tumbuh semakin matang dan bermartabat,” ungkapnya.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Rieke pun mengajak para jurnalis parlemen untuk terus menjaga independensi, integritas, dan semangat dalam mendokumentasikan setiap peristiwa penting di parlemen.
“Dengan memohon rahmat dan ridho Tuhan Yang Maha Esa, Pameran Foto Jurnalistik Warna-Warni Parlemen #16 sekaligus rangkaian Anugerah Jurnalistik KWP 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucap Rieke saat meresmikan acara.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh wartawan parlemen yang konsisten mengabadikan perjalanan bangsa.
“Wujud fisik selembar foto mungkin bisa memudar dimakan usia, tetapi memori perjuangan yang kita bangun bersama akan abadi mengawal langkah bangsa menuju Indonesia Emas. Teruslah membidik dengan hati dan terus berkarya,” pungkasnya.

















































































