Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto meyakini Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Abadi Blok Masela akan menggerakkan perekonomian di kawasan Timur Indonesia.
Proyek hulu migas dengan investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS itu dinilai akan memberi efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, terlebih fasilitas pelabuhan dan kilang dibangun di darat (onshore).
Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
"Apakah itu akan men-generate ekonomi di wilayah timur? Ya sudah pasti. Karena ini onshore, Pulau Nustual yang menjadi lokasi pelabuhan dan kilang, itu bisa jadi kota baru," kata Bambang, Minggu (2/8/2026).
Selain itu proyek Blok Masela juga dapat menyerap sekitar 10.000 hingga 15.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.
Dia optimistis tenaga kerja lokal dapat mengisi kebutuhan tersebut melalui pelatihan yang berkelanjutan.
Menurutnya Blok Masela akan sejajar dengan proyek Tangguh di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang menjadi penghasil gas bumi terbesar di Indonesia dan menargetkan 85 persen pelibatan tenaga kerja lokal hingga tahun 2029.
"Pasti bisa nanti dengan pelatihan. Tenaga kerja kita akan terserap di sana. Saya optimis untuk itu. Ini adalah proyek yang benar-benar hebat; sudah lama kita tidak punya proyek gas yang cukup hebat setelah Tangguh," jelasnya.
Bambang juga mengapresiasi skema pengelolaan gas yang memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, di mana 40 persen produksi dari Blok Masela akan digunakan memenuhi kebutuhan energi domestik.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
"Di dalam POD (Plan of Development) clear bahwa 40 persen produksi dari Masela ini akan dijadikan untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri," tambahnya.
Komisi XII DPR kata Bambang, akan terus mengawasi pelaksanaan proyek Blok Masela melalui SKK Migas agar berjalan sesuai rencana kerja.
"Nanti kita minta kepada SKK breakdown-nya, Work program and budget-nya kita mintakan. Pengawasannya lewat itu," tutur dia.

















































































