Haris Turino Minta Skema Remunerasi LPS Lebih Terukur dan Berbasis Kinerja

Ia menyoroti perlunya kejelasan tolok ukur dalam menentukan tingkat remunerasi yang disebut kompetitif.
Kamis, 08 Oktober 2026 13:14 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi XI DPR RI, Haris Turino, meminta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperjelas parameter remunerasi dalam rancangan peraturan yang tengah disusun.

Menurutnya, prinsip remunerasi yang kompetitif, motivatif, retentif, serta berbasis kinerja dan risiko harus disertai ukuran yang definitif agar penerapannya lebih terukur dan akuntabel.

Ia menyoroti perlunya kejelasan tolok ukur dalam menentukan tingkat remunerasi yang disebut kompetitif, baik mengacu pada median, kuartil atas, maupun posisi tertentu dalam benchmark lembaga pembanding. Hal ini dinilai penting untuk mencegah formula remunerasi menghasilkan rentang yang terlalu luas dan sulit dikendalikan.

Baca:Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Kompetitif itu seperti apa? Apakah yang namanya kompetitif ada di median, atau ada di kuartil yang lebih atas, atau benchmark-nya seperti apa yang akan digunakan, ujar Haris dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI bersama Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, beserta jajaran di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Baca juga :