Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, mempertanyakan ketidaksesuaian data antara pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dan dokumen Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Perbedaan mencolok tersebut ditemukan pada target pertumbuhan ekonomi hingga alokasi anggaran Badan Gizi Nasional.
Mana yang lebih benar? Apakah pidato kenegaraan Presiden atau data Nota Keuangan yang menjadi lampirannya? ujar Harris kepada Gesuri.id..
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Harris menjelaskan, dalam pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo pada 14 Agustus 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 sebesar 6,0 persen. Target tersebut diusung dengan optimisme bahwa ekonomi nasional akan tumbuh lebih tinggi dan menyejahterakan masyarakat lebih cepat.