Bondowoso, Gesuri.id Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam dunia pendidikan.
Meski demikian, teknologi dinilai tidak dapat menggantikan peran guru madrasah dalam menanamkan nilai-nilai Islam, membentuk karakter, dan membimbing akhlak peserta didik.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Agama Islam (NGOPI) bertema Guru Madrasah di Era Artificial Intelligence (AI): Mengintegrasikan Kecerdasan Teknologi, Kearifan Pedagogis dan Nilai-Nilai Islam yang berlangsung di Ijen Hotel Bondowoso.
Baca:Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung
Ina menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai pendampingan guru agar siswa mampu menggunakannya secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.