Ikuti Kami

Ina Ammania Tekankan Pentingnya Peran Guru Madrasah di Tengah Perkembangan AI

AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Ina Ammania Tekankan Pentingnya Peran Guru Madrasah di Tengah Perkembangan AI
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania.

Bondowoso, Gesuri.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. 

Meski demikian, teknologi dinilai tidak dapat menggantikan peran guru madrasah dalam menanamkan nilai-nilai Islam, membentuk karakter, dan membimbing akhlak peserta didik.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Ina Ammania, dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Agama Islam (NGOPI) bertema “Guru Madrasah di Era Artificial Intelligence (AI): Mengintegrasikan Kecerdasan Teknologi, Kearifan Pedagogis dan Nilai-Nilai Islam” yang berlangsung di Ijen Hotel Bondowoso.

Baca: Ganjar Dikenal Akur dan Harmonis dengan Saudara Kandung

Ina menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai pendampingan guru agar siswa mampu menggunakannya secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, tugas guru tidak terbatas pada penyampaian materi pelajaran. Guru juga memiliki peran penting sebagai teladan dalam menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta akhlak mulia kepada peserta didik.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Ina, tidak cukup hanya dipelajari melalui perangkat teknologi. Penanaman karakter membutuhkan keteladanan dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat memahami sekaligus mempraktikkannya.

Selain penguatan karakter, Ina menilai literasi digital perlu menjadi bagian penting dalam pendidikan madrasah. Siswa harus dibekali kemampuan untuk memeriksa kebenaran informasi, memilah sumber yang tepercaya, serta menghindari penyebaran informasi keliru dan tindakan perundungan di ruang digital.

Ia juga menyoroti pentingnya kearifan pedagogis dalam proses pembelajaran. Kemampuan guru memahami karakter, kebutuhan, dan kondisi setiap siswa dinilai tetap diperlukan meskipun teknologi semakin mampu menyediakan materi pembelajaran dan latihan secara cepat.

Dalam hal ini, guru berperan memberikan perhatian, motivasi, dan pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik sekaligus pembentukan karakter siswa.

Dari perspektif pendidikan Islam, Ina menegaskan bahwa penggunaan AI perlu disertai penerapan nilai adab, kejujuran, dan tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil tindakan, sebagaimana pesan yang terkandung dalam Al-Qur'an Surah Al-Hujurat ayat 6.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo

Pesan tersebut dinilai relevan di tengah kemudahan masyarakat mengakses dan menyebarkan informasi melalui teknologi digital, termasuk konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan.

Melalui kegiatan NGOPI, Ina mengajak para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai landasan pendidikan madrasah.

Ia berharap madrasah mampu mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mempertahankan peran guru dalam membimbing pembentukan kepribadian peserta didik.

Dengan demikian, kemajuan teknologi diharapkan dapat menjadi pendukung proses pendidikan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik dan memiliki kecakapan digital, tetapi juga beriman, berakhlak mulia, serta mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk kepentingan masyarakat.

Quote