Jakarta, Gesuri.id Kapoksi Fraksi PDI Perjuangan Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, memberikan catatan kritis terhadap usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, terkait relokasi gerbong khusus wanita.
Usulan tersebut muncul sebagai respons atas kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur baru-baru ini.
Selly menilai, rencana memindahkan gerbong wanita dari ujung ke tengah rangkaian kereta hanyalah langkah mitigasi sementara, bukan solusi tuntas bagi keselamatan transportasi publik.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Selly memahami bahwa usulan Menteri PPPA lahir dari respons cepat pascatragedi, mengingat gerbong di posisi ujung memang menjadi titik yang paling rentan saat terjadi tabrakan. Namun, ia memperingatkan agar kebijakan ini tidak menciptakan kesan diskriminatif.