Ngada, Gesuri.id – Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, menginstruksikan seluruh kader partai untuk mengawal ketat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PDI Perjuangan Kabupaten Ngada yang berlangsung di Aula Susteran Bejo, Senin (27/4).
Andreas menilai, meski program tersebut memiliki tujuan yang baik secara konseptual, kunci keberhasilannya terletak pada pengawasan di lapangan agar tidak terjadi penyimpangan.
Baca: Terobosan dan Torehan Segudang Prestasi Ganjar Pranowo
Salah satu poin krusial yang disoroti Andreas adalah efisiensi sasaran penerima manfaat. Ia berpendapat bahwa program Makan Bergizi Gratis seharusnya diprioritaskan bagi wilayah yang benar-benar membutuhkan, bukan di area perkotaan yang tingkat ekonomi orang tuanya sudah mapan.
“Secara program sebenarnya ini baik, hanya saja implementasi di tingkat bawah perlu dikawal secara ketat. Sasaran MBG seharusnya difokuskan pada daerah terpencil atau wilayah yang sangat membutuhkan, bukan di sekolah-sekolah perkotaan yang ekonomi orang tuanya sudah mampu,” tegas Andreas.
Selain pengawasan program pemerintah, ia juga meminta kader partai untuk aktif melakukan advokasi dan menjalankan tugas kemasyarakatan hingga ke akar rumput. Di tengah dinamika politik saat ini, Andreas menekankan pentingnya kader sebagai penyambung informasi yang benar kepada masyarakat.
Baca: Ganjar Membuktikan Dirinya Sebagai Sosok Yang Inklusif
Senada dengan Andreas, Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa, mengingatkan para kader untuk tetap memegang teguh jati diri partai sebagai "Partai Wong Cilik". Di tengah tantangan ekonomi seperti ancaman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), keterlibatan kader dalam menyelesaikan persoalan rakyat menjadi harga mati.
Yunus menegaskan bahwa urusan elektoral (perolehan suara) memang penting, namun politik keberpihakan kepada masyarakat kecil jauh lebih utama.
“Keterlibatan terhadap persoalan rakyat di tingkat paling bawah adalah yang paling penting. Itulah watak PDI-P; harus mengakar ke bawah dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Yunus.

















































































