Semarang, Gesuri.id – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mendorong generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna untuk membawa "darah segar" dalam industri pariwisata daerah.
Samuel menekankan pentingnya wawasan baru agar penyelenggaraan acara (event) pariwisata tidak sekadar rutinitas, melainkan menjadi daya tarik yang inovatif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Strategi Penguatan Kapasitas Karang Taruna dalam Pengolahan Event Pariwisata Daerah yang Inovatif dan Berkelanjutan” di Hotel Getz, Semarang, Selasa (28/4).
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Samuel menyoroti kualitas penyelenggaraan event oleh Karang Taruna yang dinilai masih perlu peningkatan signifikan dari sisi substansi. Ia mengkritik kebiasaan lama yang cenderung menduplikasi konsep acara dari tahun-tahun sebelumnya tanpa ada pembaruan.
"Gagasan muda ini akan muncul jika mereka memahami potensi yang dimiliki. Jadi, jangan hanya copy-paste dari kebiasaan acara yang sudah-sudah," tegas Samuel.
Ia sependapat dengan narasumber Bimtek, Danie Budi Tjahyono, terkait kemahiran Karang Taruna dalam menyusun proposal. Namun, Samuel memberikan catatan kritis pada isi penawaran yang diajukan.
"Proposalnya menurut saya tidak masalah karena semua memang butuh biaya. Persoalannya adalah penawarannya belum ada hal yang baru. Ini yang harus ditingkatkan," imbuhnya.
Samuel mengajak para pemuda untuk mengubah pola pikir dalam merancang sebuah acara. Menurutnya, sebuah event bisa saja memiliki tema yang sama, namun kemasan dan cara penyampaiannya harus berbeda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Ia berpesan agar kreativitas tidak terbelenggu oleh urusan finansial sejak awal. "Agar bisa membuat konsep sebuah acara, jangan dimulai dari anggarannya, tetapi mulailah dari konsepnya terlebih dahulu," pesan Samuel.
Selama ini, Karang Taruna dinilai lebih banyak berperan sebagai pelaksana teknis atau kepanitiaan di lapangan. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata RI ini, Samuel berharap Karang Taruna mulai masuk ke ruang strategis sebagai pencetus ide (konseptor).
Ia juga menyinggung kendala psikologis seperti rasa "pekewuh" atau tidak enak hati yang sering menghambat pemuda di Jawa untuk mengutarakan pendapat di forum resmi.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Karang Taruna harus proaktif mencari ruang untuk terlibat dalam pemikiran ide gagasan. Sering kali kita di Jawa ini punya sikap 'tidak enakan'; punya gagasan, tapi segan mengusulkannya dalam pertemuan," tuturnya.
Kegiatan yang diikuti puluhan anggota Karang Taruna ini juga dihadiri oleh:
Eni Komiarti, Kepala Bidang Promosi dan Kemitraan Pelaksanaan Event Daerah Kementerian Pariwisata RI.
Indriyasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
Melalui Bimtek ini, diharapkan kolaborasi antara legislatif, kementerian, dan organisasi kepemudaan dapat melahirkan event-event unggulan yang mampu mengangkat citra pariwisata Kota Semarang di kancah nasional.

















































































