Jakarta, Gesuri.id Kasus dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo terus meluas hingga menembus 351 korban. Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, mendesak pemerintah tidak sekadar menghentikan sementara (suspend) operasional dapur penyedia, melainkan melakukan audit total terhadap seluruh sistem keamanan pangan program MBG.
Insiden tersebut terjadi pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliboto 2, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Berdasarkan data terbaru, 351 korban tersebar di enam desa, yaitu Desa Guntur (128 orang), Nglaris (92 orang), Sidomukti (57 orang), Ngasinan (42 orang), Sendangsari (26 orang), dan Limbangan (6 orang).
Vita menyoroti fakta bahwa korban tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga kelompok rentan yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan adanya kelalaian sistemik yang tidak bisa dianggap sebagai masalah teknis biasa.
Baca:Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Kalau korbannya sudah mencapai 351 orang dan di antaranya ada balita, ibu hamil, serta ibu menyusui, ini harus menjadi alarm keras. Jangan berhenti pada suspend satu SPPG. Yang harus diperiksa adalah apakah sistem keamanan pangan MBG secara keseluruhan sudah benar-benar berjalan di lapangan, tegas Vita di Jakarta, Selasa (22/9/2026).