Krisantus Khawatir Harga Pangan Ikut Naik Akibatnya Menguatnya Dollar

Pemerintah daerah tetap berupaya melakukan langkah-langkah antisipatif agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Jum'at, 05 Juni 2026 13:24 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang yang terjadi saat ini.

Menurut Krisantus, berbagai faktor yang memengaruhi kondisi ekonomi dunia, mulai dari pergerakan kurs mata uang, perdagangan internasional hingga dinamika geopolitik global, berada di luar kendali pemerintah daerah. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya melakukan langkah-langkah antisipatif agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Sekarang dolar melejit, otomatis akan berdampak pada harga pangan. Pemerintah daerah hanya bisa mengendalikan inflasi, tapi kalau berkaitan dengan ekonomi dunia tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat, ujarnya.

Baca:GanjarBeri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

Ia menjelaskan, penguatan dolar AS berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi berbagai komoditas yang masih bergantung pada bahan baku maupun mekanisme perdagangan global. Dampaknya, harga sejumlah barang kebutuhan masyarakat dapat mengalami kenaikan di tingkat pasar.

Baca juga :