Ikuti Kami

Sebut Lemhannas Sudah Cukup, PDI Perjuangan Pertanyakan Rencana Prabowo Dirikan Universitas Republik Indonesia

Hasto mendesak agar pendirian URI didasari oleh kajian komprehensif.

Sebut Lemhannas Sudah Cukup, PDI Perjuangan Pertanyakan Rencana Prabowo Dirikan Universitas Republik Indonesia
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Jakarta, Gesuri.id — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengkritik rencana pendirian Universitas Republik Indonesia (URI) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Hasto menilai keberadaan URI berpotensi memicu tumpang tindih fungsi dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang selama ini sudah bertugas mencetak calon pemimpin bangsa.

​Hasto mengingatkan bahwa Lemhannas diinisiasi oleh Presiden pertama RI, Soekarno, sebagai wadah strategis pembentukan kepemimpinan nasional dari kalangan sipil maupun militer.

Bacal: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur 

​"Bung Karno telah menginisiasi Lemhannas untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di Indonesia. Penting untuk memastikan tidak ada tumpang tindih fungsi," ujar Hasto di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

​Selain isu duplikasi peran, Hasto mendesak agar pendirian URI didasari oleh kajian komprehensif. Ia menyoroti kecenderungan perguruan tinggi saat ini yang mulai kehilangan kekhasan atau identitas spesifiknya.

​Ia mencontohkan Universitas Cenderawasih dan Universitas Pattimura yang diawal pembentukannya difokuskan pada keahlian maritim di kawasan timur Indonesia, serta IPB University yang konsisten pada pengembangan ilmu pangan.

​"Saat ini banyak universitas yang justru kehilangan identitas dan pembeda satu sama lain. Perencanaan koridor strategis yang menekankan diferensiasi universitas harus disusun matang sebelum membentuk lembaga-lembaga baru," tegas Hasto.

Bacal: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Merespons kekhawatiran tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa URI dirancang khusus sebagai institusi pencetak calon pemimpin bangsa dengan mengadopsi model yang diterapkan di berbagai negara maju.

​Menurut Prasetyo, kehadiran lembaga khusus untuk mempersiapkan individu mengisi posisi strategis pemerintahan merupakan hal yang umum di luar negeri.

​"Konsep ini sudah kami siapkan sejak lama, namun baru sekarang waktu yang tepat untuk merealisasikannya. Kami belajar dari pengalaman negara-negara lain yang memiliki lembaga pendidikan khusus untuk mempersiapkan para pemimpin," ujar Prasetyo.

Quote