MBG Mau Jadi Kurikulum Sekolah? Guntur Romli: Alihkan Perhatian Publik Soal Keracunan

Dua kasus (keracunan MBG) dalam satu pekan di kabupaten yang sama.
Jum'at, 30 Oktober 2026 18:01 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mengritisi rencana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memasukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam kurikulum sekolah. Ia menilai wacana tersebut berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan keracunan makanan dalam program MBG yang hingga kini masih terjadi.

Guntur Romli menyoroti munculnya wacana tersebut di tengah kasus keracunan MBG yang kembali menimpa ratusan siswa di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Berdasarkan data pejabat setempat, sebanyak 417 siswa SMPN 1, 2, dan 3 mengalami keracunan. Sementara itu, kepolisian mengungkapkan jumlah korban mencapai 489 orang, termasuk siswa dan guru.

Dua kasus (keracunan MBG) dalam satu pekan di kabupaten yang sama, katanya, dikutip dari akun X pribadinya, Jumat (30/10/2026).

Menurut Guntur Romli, persoalan keracunan MBG seharusnya menjadi perhatian utama BGN. Ia juga menyinggung masa jabatan Sudaryono yang dilantik sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan setelah pelantikan tersebut, sedikitnya terjadi 12 kasus keracunan MBG dengan total 3.247 korban.

Ia kemudian mengacu pada data Komisi IX DPR RI yang mencatat jumlah korban keracunan MBG sejak program diluncurkan telah mencapai 50.059 orang. Namun, menurutnya, penanganan hukum terhadap pihak penyedia makanan yang diduga bertanggung jawab belum terlihat.

Baca juga :