Pasar Dibanjiri Mainan Tanpa SNI, Samuel Wattimena Pertanyakan Ketegasan 'Punishment' Pemerintah

Kondisi ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa sistem perlindungan masyarakat melalui standardisasi nasional belum berjalan optimal.
Selasa, 26 Mei 2026 09:47 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Tangsel, Gesuri.id Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, menyoroti maraknya produk garmen dan mainan anak tanpa sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang bebas beredar di pasaran. Kondisi ini dinilai menjadi bukti nyata bahwa sistem perlindungan masyarakat melalui standardisasi nasional belum berjalan optimal.

Kritik tajam tersebut disampaikan Samuel di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Panitia Kerja (Panja) Standardisasi Nasional Indonesia di Laboratorium Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU), kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan, Banten, Senin (25/5/2026).

Dalam keterangannya, politisi tersebut mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah terhadap produk-produk yang mengabaikan standar keselamatan.

Baca:GanjarPranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak

Menurutnya, mainan anak tanpa izin resmi sangat berpotensi mengancam kesehatan dan keselamatan fisik anak-anak selaku konsumen.

Baca juga :