Ikuti Kami

​Sebut Pembangunan Fisik Tak Cukup, Ansari Tekankan Pentingnya SDM dan Identitas Madura

​Intelektual asal Madura ini menyoroti bahwa Kabupaten Pamekasan memiliki modal sosial dan ekonomi yang sangat besar.

​Sebut Pembangunan Fisik Tak Cukup, Ansari Tekankan Pentingnya SDM dan Identitas Madura
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari

Pamekasan, Gesuri.id — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, menegaskan bahwa pembangunan suatu daerah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata. 

Menurutnya, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) harus menjadi fondasi utama agar generasi muda tetap memiliki integritas, karakter, dan kepedulian terhadap tanah kelahirannya.

​Hal tersebut disampaikan legislator asal Dapil Jawa Timur XI (Madura) tersebut saat menjadi penceramah kunci (keynote speaker) dalam Sarasehan Literasi dan Kajian Buku Pamekasan Mencari Identitas. Acara yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Madura, Senin (27/7).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Intelektual asal Madura ini menyoroti bahwa Kabupaten Pamekasan memiliki modal sosial dan ekonomi yang sangat besar. Selain keberadaan ratusan pondok pesantren dan ribuan madrasah, daerah ini juga disokong oleh potensi ekonomi dari sektor tembakau serta garam.

​Namun, Ansari mengingatkan bahwa seluruh potensi melimpah tersebut akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia yang mengelolanya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​"Yang tidak boleh hilang adalah jati diri daerah. Membangun manusia berarti membangun cara berpikir, integritas, kecintaan terhadap ilmu, dan kepedulian kepada masyarakat," ujar Ansari.

​Sebagai alumni UIN Madura, Ansari menaruh harapan besar agar almamaternya terus konsisten melahirkan lulusan yang berilmu, berakhlak mulia, serta aktif menghasilkan karya ilmiah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

​Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan media massa untuk memperkuat budaya literasi di wilayah Madura. Langkah ini dinilai krusial agar generasi muda Madura mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Quote