Jakarta, Gesuri.id - Perubahan status desil yang dinilai tidak akurat memicu keluhan warga Pamekasan, Jawa Timur.
Aspirasi tersebut mengemuka saat Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI (Madura), Hj. Ansari, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula SMP Muhammadiyah 1 Pamekasan, Sabtu (19/9).
Warga menyampaikan kegelisahannya terkait pergeseran kategori desil yang dianggap tidak mencerminkan kondisi sosial ekonomi keluarga sebenarnya. Perubahan data ini dikhawatirkan mengancam hak masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Baca:Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!
Menanggapi keluhan tersebut, Hj. Ansari menegaskan bahwa akurasi data sosial ekonomi harus menjadi perhatian serius pemerintah. Sebab, validitas data menjadi pijakan utama agar program perlindungan sosial tepat sasaran.