Bogor, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, menegaskan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi harus dilakukan secara matang dan berorientasi penuh pada kenyamanan jemaah.
Hal itu disampaikannya di tengah kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Kota Bogor, Jawa Barat.
Kunjungan kerja tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan persiapan haji dapat dimulai sejak jauh hari dan berjalan sesuai dengan standar pelayanan yang optimal. Menurut Ina, penyelenggaraan ibadah haji tidak boleh dipersiapkan secara mendadak, melainkan membutuhkan koordinasi yang kuat serta perencanaan yang komprehensif.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
"Kesiapan penyelenggaraan haji perlu dipastikan sejak jauh hari. Mulai dari koordinasi antarinstitusi, kesiapan layanan bagi jemaah, pemenuhan kebutuhan jemaah, hingga berbagai aspek teknis lainnya harus dipersiapkan secara matang," ujar Ina melalui keterangan tertulisnya.
Ia menegaskan, fokus utama dari pengawasan legislatif ini adalah untuk menjamin agar pelaksanaan ibadah haji ke depan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh jemaah asal Indonesia.
"Tujuan utamanya agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan aman, tertib, nyaman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah," imbuhnya.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Melalui agenda peninjauan lapangan ini, Komisi VIII DPR RI juga berupaya menyerap berbagai aspirasi serta memetakan potensi kendala yang mungkin muncul di daerah. Ina mengingatkan bahwa fungsi pengawasan DPR RI tidak boleh hanya berhenti pada aspek kelengkapan administratif semata.
"Pengawasan DPR RI bukan sekadar memastikan kesiapan administratif, tetapi juga memastikan setiap proses penyelenggaraan benar-benar berorientasi pada kepentingan dan pelayanan jemaah," tegas legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Melalui rangkaian pengawasan ini, Komisi VIII DPR RI berharap pemerintah dapat meningkatkan tata kelola ibadah haji yang semakin berkualitas, transparan, dan akuntabel dari tahun ke tahun.

















































































