Ikuti Kami

Nila Yani Desak Sucofindo Berikan Tarif Terjangkau dan Percepat Sertifikasi Mutu bagi IKM

Ia juga mendorong adanya efisiensi biaya serta percepatan proses pengujian guna meringankan beban para pelaku usaha.

Nila Yani Desak Sucofindo Berikan Tarif Terjangkau dan Percepat Sertifikasi Mutu bagi IKM
Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP.

Balikpapan, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, meminta PT Sucofindo (Persero) memastikan layanan standardisasi dan sertifikasi dapat dijangkau oleh industri kecil dan menengah (IKM). Ia juga mendorong adanya efisiensi biaya serta percepatan proses pengujian guna meringankan beban para pelaku usaha.

Pernyataan tersebut disampaikan Nila dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (LPK) PT Sucofindo (Persero) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Menurut Nila, para pelaku IKM di berbagai daerah saat ini tengah menghadapi ketidakstabilan pasar. Oleh karena itu, biaya dan prosedur pemenuhan standar mutu harus menjadi perhatian serius agar tidak semakin membebani kelangsungan usaha mereka.

"Bagaimana keterjangkauan layanan bagi industri kecil menengah ini, boleh dijawab berdasarkan wilayah, boleh mencakup nasional atau Kaltim. Apakah ada skema efisiensi secara biaya, tarif, kemudian juga bagaimana percepatan pengujian sertifikasi yang ditawarkan oleh Sucofindo kepada teman-teman industri kecil menengah," ujar Nila.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil peninjauannya langsung ke sejumlah sentra industri di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur, di mana para pelaku usaha secara terbuka menyampaikan tantangan ekonomi yang mereka hadapi.

Kendati menekankan pentingnya sertifikasi untuk menjamin mutu produk, Nila mengingatkan agar regulasi tersebut diimbangi dengan kemudahan akses dan tarif yang ramah bagi IKM.

"Tujuannya agar layanan standar mutu ini tetap terjangkau dan tidak membebani industri kecil menengah kita," tegasnya.

Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak

Selain itu, legislator tersebut turut meminta Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk menyajikan data faktual terkait jumlah IKM di Kalimantan Timur yang telah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI), lengkap dengan pemetaan kendala bagi usaha yang belum tersertifikasi.

Menutup rangkaian kunjungan tersebut, Nila mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat dan konkret antara BSN dan Sucofindo dalam mendampingi sektor IKM nasional.

"Karena ini ada BSN dan juga Sucofindo. Kalau tadi Bapak mengatakan bagaimana caranya ini bisa berkolaborasi, keduanya sudah hadir di sini. Barangkali dari sini bisa dibukakan pintu kolaborasi," pungkas Nila.

Quote